Tujuan dan Unsur Pembuatan Reklame
A. Tujuan Reklame
Berdasarkan tujuan pembuatannya, reklame dibedakan
menjadi reklame komersial dan reklame non komersial.
a. Reklame Komersial (Ekonomis)
Reklame yang dibuat untuk menawarkan barang dan
jasa. Dengan reklame diharapkan pembeli
lebih tertarik untuk menggunakan produk yang ditawarkan dan keuntungan yang
diperoleh lebih banyak. Jenis reklame
ini banyak digunakan para pedagang atau pengusaha dalam meningkatkan
keuntungan.
b. Reklame Non- Komersial (Sosial)
Reklame yang dibuat untuk mengajak atau menghimbau
orang lain untuk mau melakukan sesuatu.
Keuntungan yang diperoleh biasanya bukan dalam bentuk materi secara
langsung. Misalnya poster PIN (Pekan
Immunisasi Nasional), poster anjuran untuk hidup bersih, poster peringatan
bahaya Demam Berdarah dan sebagainya.
B. Unsur – Unsur dalam Reklame
Bentuk reklame yang baik, mudah dipahami dan menarik
harus memperhatikan beberapa unsur pendukungnya. Beberapa unsur pendukung tersebut adalah ;
a. Teks atau slogan yang jelas dan
mudah dimengerti
Terdiri dari teks utama (headline) dan teks penjelasan
yang mendukung headline
b. Bahasa yang baik dan menarik
dengan bentuk huruf yang sesuai
Pemilihan bahasa dan kalimat harus disesuaikan dengan
sasaran konsumen / pembaca yang akan menggunakan produk, begitu juga dengan
bentuk dan warna hurufnya. Bahasa yang
digunakan pada reklame pupuk untuk petani tentu berbeda dengan bahasa yang
digunakan pada reklame komputer untuk pengusaha, berbeda juga dengan reklame
mainan untuk anak-anak.
c. Gambar illustrasi menarik dan
mudah diingat.
Ilustrasi gambarnya tidak boleh bohong artinya bentuk
gambar harus sesuai dengan produk aslinya.
Obyek yang digunakan juga menyesuaikan dengan tema dan tujuan
reklamenya. Misalnya gambar-gambar
kartun yang lucu banyak digunakan pada reklame produk anak-anak.
d. Lay Out yang baik (tata letak
antara gambar dengan tulisan)
Harus cerdik dalam menempatkan posisi teks dan
gambarnya. Dalam hal ini pengaturan
komposisi mempunyai peran penting sehingga secara keseluruhan reklame menjadi
enak dilihat dan pesan yang disampaikan cepat dipahami.
e. Warna yang menarik dan tepat
sesuai dengan isi reklame
Dalam hal ini harus dipahami sifat-sifat warna, karena
jenis warna sangat mempengaruhi psikologis orang yang melihatnya. Terlalu
banyak warna merah cenderung membuat orang yang melihatnya merasa panas
sehingga kurang sesuai jika digunakan pada reklame minuman segar. Contoh lain, anak-anak menyukai warna-warna
yang terang dan cerah, sehingga untuk reklame produk anak-anak, jenis warna
seperti merah, kuning, biru, banyak digunakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar